Selasa, 13 September 2016

Polusi Udara: Faktor Pencetus Diabetes Terbaru

Polusi Udara: Faktor Pencetus Diabetes Terbaru

Pemodelan Polusi Udara
Pemodelan Konsentrasi Partikel 2.5 di Area Augsburg.

Credit: Helmholtz Zentrum M√ľnchen using data of GeoBasis-DE / BKG 2016
Diabetes Mellitus adalah penyakit yang memiliki angka kejadian cukup tinggi di dunia, menurut IDF (International Diabetes Federation) angka kejadian diabetes adalah 8,3% dari 382 milyar penduduk dunia. Penyabab diabetes sudah sering dibahas di berbagai jurnal dan artikel yaitu faktor genetika, kegemukan, dan gaya hidup namun pada penelitian terbaru ditemukan faktor penyebab terbaru yaitu polusi udara.

Peneliti dari Helmholtz Zentrum Munchen dan dan Pusat Penelitian Diabetes German (DZD) melaporkan adanya peningkatan populasi masyarakat yang mengalami resistensi insulin sebagai indikasi tahap pra-diabetes tipe 2 pada lingkungan yang terpapar polusi udara.

Penelitian ini dilakukan di daerah Augsburg dengan obek penelitian terdiri dari 3000 orang. Objek penelitian diwawancara dan diperiksa kesehatannya. Selanjutnya setiap hari dilakukan kontrol terhadap masing-masing individu dengan menggunakan kuesioner yang diisi secara online dan diambil sampel darahnya (sampel darah puasa) untuk mendeteksi indikasi resistensi insulin. Selain sampel darah diambil pula sampel leptin karena memiliki kaitan dengan resistensi insulin. Sementara itu pada individu yang tidak menderita diabetes dikontrol dengan menggunakan tes glukosa oral untuk melihat apakah ada perubahan pada metabolisme glukosanya. 

Peneliti selanjutnya membandingkan data sampel penelitian dengan data polusi udara yang dibuat berdasarkan suatu pemodelan dari pengukuran konsentrasi polutan dibeberapa titik kota Augsburg (20 titik untuk mengukur ukuran partikel udara dan 40 titik untuk mengukur kadar nitrogen dioksid).

Dari penelitian ini ditemukan bahwa mereka yang terindikasi mengalami penurunan metabolisme glukosa (karbohidrat) atau disebut pra-diabetes sangat rentan terhadap polusi udara. Pada individu ini terlihat adanya hubungan antara peningkatan resistensi insulin di darah mereka dengan peningkatan konsentrasi polusi udara dengan kata lain pada jangka waktu tertentu polusi udara dapat mencetus penyakit diabetes.

Walaupun demikian, bagaimana mekanisme polutan dapat mencetus diabetes masih belum jelas diketahui - dari meta analisis dan pendapat beberapa peneliti mengungkapkan hal ini kemungkinan dapat disbebkan oleh inflamasi sistemik, tekanan oksidatif, maupun perubahan mekanisme neuron. 

Terima Kasih 

Referensi
Kathrin Wolf, Anita Popp, Alexandra Schneider, Susanne Breitner, Regina Hampel, Wolfgang Rathmann, Christian Herder, Michael Roden, Wolfgang Koenig, Christa Meisinger, Annette Peters. Association Between Long-Term Exposure to Air Pollution and Biomarkers Related to Insulin Resistance, Subclinical Inflammation and Adipokines. Diabetes, 2016; db151567 DOI: 10.2337/db15-1567
Polusi Udara: Faktor Pencetus Diabetes Terbaru
4/ 5
Oleh

Berlangganan via email

Suka dengan postingan di atas? Silakan berlangganan postingan terbaru langsung via email.

Lihat Komentar

Untuk menyisipkan kode pendek, gunakan <i rel="code"> ... KODE ... </i>
Untuk menyisipkan kode panjang, gunakan <i rel="pre"> ... KODE ... </i>
Untuk menyisipkan gambar, gunakan <i rel="image"> ... URL GAMBAR ... </i>