Kamis, 01 September 2016

Penceramaran Lingkungan dari limbah Mikroplastik Kosmetika

Penceramaran Lingkungan dari limbah Mikroplastik Kosmetika

Mikroplastik
Pencemaran lingkungan masih menjadi topik hangat saat ini karena aktivitas manusia yang belum ramah lingkungan. Beberapa cemaran yang kita ketahui bisa berasal dari asap kendaraan, sampah plastik, limbah pabrik, hingga limbah air yang kesemuanya merusak air, tanah, dan udara kita. penelitian terbaru menunjukkan sumber cemaran baru yang cukup mencengangkan dari limbah kosmetika yang digunakan sehari-hari. Bukan dari kemasannya saja, tetapi sisa kosmetika yang telah terpakai juga mengandung cemaran yang dapat merusak air.

Peneliti dari Plymouth University melakukan pengujian terhadap beberapa sampel kosmetika yang mengandung partikel plastik menunjukkan angka cemaran komulatif dari penggunaan kosmetika ini memiliki dampak buruk terhadap lingkungan sama seperti cemaran plastik pada umumnya. Penggunaan partikel plastik pada produk kosmetika bukanlah hal baru dan dilarang karena esensinya plastik tidak beracun pada kulit manusia - Selain itu plastik adalah produk yang paling menguntungkan disisi industri karena murah, ringan, kuat, tahan, dan antikarat. Namun dari sinilah masalah yang timbul apabila partikel plastik yang digunakan pada kosmetika lepas mencemari air sampai ke lautan karena partikel ini akan mengganggu kelangsungan hidup biota laut.

Produk kosmetika yang mengandung partikel plastik ditemukan pada sabun, hand cleanser, pasta gigi, tabir surya, sampo, maupun scrub wajah. Partikel plastik yang digunakan pada proses industri disebut microbead, microsphere, nanosphere, atau microsphere biasanya dibuat dari polietilen, polipropilen, polimetil metakrilat, maupun nilon. Perbedaan besar cemaran partikel plastik dengan cemaran air lainnya adalah ukurannya yang sangat kecil (mikron) sehingga dapat melewati filter pembuangan air modern apalagi di sistem pembuangan air di negara berkembang yang kemungkinan tidak disaring sebelum mengalir ke laut/sungai/dananu. Selain itu ukuran patikel plastik yang sangat kecil menyebabkan potensi ditelan/dimakan oleh biota laut sangat tinggi.

Adapun metode untuk mendeteksi mikroplastik dari kosmetika yaitu:

Penyiapan sampel

Untuk mendapatkan partikel plastik, sampel kosmetika (cair) disaring dengan menggunakan vakum melalui kertas saring Whatman N4 lalu dikeringkan pada suhu 30°C. Setelah kering ditimbang dengan skala 2200C lalu di pindahkan ke vial kaca.

Pengamatan dan Identifikasi mikroplastik

Partikel plastik (microplastic) hasil penyaringan diidentifikasi menggunakan modifikasi spektrometer infra merah  yang dihubungkan dengan mikroskop hyper (Fourier transform infra red spectroscopy). Spektra yang diperoleh kemudian dibandingkan dengan spektra polimer sintetik di database. Sedangkan pemisahan microplastic dari residu dilakukan dengan menggunakan penyaringan bertingkat dengan nomor mesh sesuai dengan ukuran partikel plastik. Dari hasil pemisahan partikel plastik dari residunya diamati penampakan partikel plastik menggunakan mikroskop elektron.

Sehingga diperoleh jumlah partikel plastik pada sampel kosmetik melalui rumus matematika:
Vt = Mt/D
V = 4/3 Πr3
N = Vt/ V
dimana Vt adalah volume total plastik yang berhasil diekstrak, Mt adalah massa total ekstrak plastik, D density (kerapatan), V adalah rata-rata volume satu partikel, r adalah radius, dan N adalah Jumlah partikel 

Dari hasil penelitian yang dilakukan oleh Plymouth University dari 6 sampel kosmetik mengandung 4594 sampai 94.500 partikel plastik dengan ukuran 164 µm sampai 327 µm. Sementara itu penelitian lain menunjukkan angka yang cukup mencengangkan tentang penggunaan mikroplastik di Amerika Serikat yaitu 2.4 mg/orang setiap hari dengan estimasi 253 ton/tahun.
Referensi:
Imogen E. Napper, Adil Bakir, Steven J. Rowland, Richard C. Thompson. Characterisation, quantity and sorptive properties of microplastics extracted from cosmetics. Marine Pollution Bulletin, 2015; DOI: 10.1016/j.marpolbul.2015.07.029
Penceramaran Lingkungan dari limbah Mikroplastik Kosmetika
4/ 5
Oleh

Berlangganan via email

Suka dengan postingan di atas? Silakan berlangganan postingan terbaru langsung via email.

Lihat Komentar

Untuk menyisipkan kode pendek, gunakan <i rel="code"> ... KODE ... </i>
Untuk menyisipkan kode panjang, gunakan <i rel="pre"> ... KODE ... </i>
Untuk menyisipkan gambar, gunakan <i rel="image"> ... URL GAMBAR ... </i>